Print this page

Sejarah

Sejarah Berdirinya Yayasan Nur Hikmah
Penutur: Hj. Alia Munabari
(Pembina & Pendiri Yayasan Nur Hikmah)


Bismillahhirrahmaanirrahiim saya mencoba mengenang kembali langkah awal kami masuk ke kampung sawah pondok gede yang rawan pemurtadan aqidah islam, di tengah-tengah kaum yang lemah / dhuafa. Kelemahan mereka dari data kehidupannya ialah lemah pengetahuan, lemah ilmu, lemah iman dan lemah ekonomi. Kelemahan-kelemahan  tersebutlah yang dijadikan sasaran lunak oleh-mereka-mereka yang mempunyai misi pemurtadan aqidah islam.


Kenyataan inilah yang menjadikan kami , ibu-ibu yayasan ummahatul muslimat terpanggil untuk datang ke kampung tersebut. Dalam buku ini kami ketengahkan beberapa upaya da’wah yang diharapkan dapat menjadi penjelasan dan sekaligus pelajaran bagi penerus da’wah di daerah ini.


Pada kira-kira 13 tahun yang lalu kami dapat informasi dari salah seorang warga kampung sawah yang menceritakan keadaaan saudara-saudara kita yang seiman, sebagian sangat memprihatinkan sehingga mereka mudah tergoda dengan janji – janji yang sepertinya hanya usaha-usaha untuk pemurtadan belaka.

Tiga belas tahun yang lalu, waktu itu kami majelis ta’lim ibu-ibu di jakarta timur sedang memotong hewan qurban di hari-raya idul adha untuk dibagikan kepada anggota dan warga sekitar. Waktu itulah salah seorang warga kampung sawah di majelis ta’lim kami yang di jakarta timur, minta dibagi daging qurban untuk warga kampung sawah.


Beberapa bulan kemudian saya bersama teman-teman  meninjau ke kampung sawah (waktu itu belum ada jalan raya sehingga mobil tidak bisa masuk). Kami harus melewati jembatan dari batang / pohon kelapa. Kalau musim hujan, masya allah kami berjalan hati-hati sambil berpegangan tangan.
Mulai tahun 1990 kami mulai memotong hewan qurban di mushallanya bapak H. Majid sebanyak 6 (enam) ekor kambing untuk dibagikan kepada 97 warga. Dengan pembagian ½ Kg dan beras 2 liter untk setiap warga kampung sawah dengan sembako.


Alhamdulilah tahun 1991 kami memotong 11 (sebelas) ekor kambing di mushola Ustad Jaja. Setelah itu kami mulai menyantuni warga sekitar kampung. Menjelang bulan ramadan kami menyantuni paket puasa, di bulan ramadhan kami membagi-bagikan uang zakat kepada 200 orang, perorangnya @ Rp 30.000 (tiga puluh ribu rupiah). Santunan-santunan ini dikarenakan ketika kami membagi-bagikan daging kurban ada seorang ibu manula kira-kira usianya 60 tahunan pake kalung SALIB. Ketika ditanya, ibu masuk kristen? Jawabnya Iya, pada saat itu kami terpanggil dan kami merasa berdosa kepada saudara-saudara kami yang seiman pindah agama dikarenakan miskin, fakir sehingga dia murtad.


Awal 1992 kami kontrak rumah pak odon (almarhum) untuk 5 (lima) tahun dengan uang sewa Rp 200.000 / tahun. Mulai tahun itu kami mengadakan pendidikan – pendidikan pemberantasan buta huruf latin dan pemberantasan buta huruf alquran, ceramah-ceramah agama, pendidikan-pendidikan keterampilan kerja yang untuk wanita – wanita muda untuk belajar menjahit,  yang murid-muridnya berjumlah sekitar 42 orang dari anak-anak gading putus sekolah dan ibu muda du’afa. Kami membelikan 10 mesin jahit dan satu mesin obras. Untuk mereka-mereka yang belajar secara Cuma-Cuma / gratis. Bahannya dari benang, jarum, sampai kain. Bahannya kami sediakan untuk mereka dan hasilnya dijual di pasar, modalnya untuk beli bahan-bahan lagi, keuntungannya untuk mereka yang berprestasi. Untuk anak laki-laki kami masukan ke BLK untuk belajar perbekalan dan ongkosnya kami yang tanggung agar mereka bisa mencari nafkah.


Tujuan mengadakan pendidikan keterampilan adalah untuk mencegah mereka menjadi pengangguran dan mencegah kristenisasi. Tempat operasional/ kegiatan ibu-ibu majelis ta’lim diresmikan oleh bapak lurah usman firdaus. Pada tahun 1992 pemotongan qurban mulai meningkat dengan 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Alhamdulilah Allah swt. Meridhoi niat dan usaha kami sehingga tahun 2002 pemotongan qurban dapat mencapai 16 ekor sapi dan 22 ekor kambing kemudian di bagi-bagikan kepada 600 anggota, yang terdiri dari orang tua murid (sekolah gratis). Setiap anggota di bagi2 kg daging, 3 liter beras dan uang 10 ribu santunan beras dibagikan setiap bulan, santunan sembako dibagikan setiap 2-3 bulan sekali, paket ramadhan dibagikan menjelang masuknya bulan ramadhan. Zakat terus kami santuni setiap menjelang ramadhan dan hari raya idul fitri.


Alhamdulilah setelah 2 tahun kegiatan kami di rumahnya pak Odong, ada seorang ibu yang mewakafkan tanah kurang lebih 600 m² seharga Rp. 35 Juta rupiah. Pada tahun 1996 kami membangun sekolah SDIT dan TKA secara gratis yang diresmikan oleh wakil menteri agama dan bapak Yusuf Thalib S.H. serta pejabat setempat dan para penyumbang, sekolah tersebut terdiri dari 12 lokal, empat lokal asrama guru-guru, mushola, dan lain lainnya di atas tanah 960m² dengan biaya Rp. 215 Juta rupiah . sekarang muridnya SDIT dari kelas 1 sampai kelas 6 sejumlah 226 anak, murid TKA sejumlah 110 anak.


Mendirikan masjid al ihsan ummahatul muslimat
Alhamdulilah pada tahun 1999 kami mendirikan mesjid diatas tanah 300 m², waqaf dari bapak H Sanip (almarhum) (semoga Allah SWT. Melimpahkan rahmatnya melapangkan kuburnya, menyejukan tempatnya di alam barjah. Amien).


Dibangunnya masjid Al Ihsan Ummahatul muslimat dikarenakan disekitar daerah itu tidak ada tempat untuk sholat jum’at, yang ada hanya mushala-mushala kecil saja. Pembangunan mesjid tersebut dengan biaya Rp. 815 juta dan diresmikan oleh bapak walikota Bekasi, Yth Bapak Drs. H. Nonon Fanthonie. Kami sangat berterima kasih kepada beliau yang turut berpartisipasi atas usaha dan kegiatan ibu-ibu yang sebagian manula.. pak Nonon yang segera memerintahkan untuk mengeluarkan surat Operasional Sekolah SDIT Nur Hikmah. Setelah meresmikan mesjid, beliau langsung ke sekolah tersebut untuk meresmikan klinik UKS Nur Hikmah Medikal.


Klinik dibangun dikarenakan termasuk kebutuhan anak-anak murid dhuafa dan warga sekitarny yang tidak mampu, dan juga dikarenakan adannya uang sisa pembangunan mesjid sebesar Rp. 17.600.000 (tujuh belas juta enam ratus ribu rupiah).


Sisa uang pembangunan mesjid kami kembalikan kepada para penyumbang, namun mereka mengatakan biar saja sama ibu alia. Sisa uang tersebut yang kami jadikan untuk keperluan – keperluan lainnya, dalam persiapan.


Setelah kami bermusyawarah dengan para pengurus dengan arsiteknya, akhirnya kami bersepakat untuk mendirikan klinik disamping sekolah gratis SDIT Nur Hikmah, Sesuai  dengan kebutuhan. Klinik dibangun dengan biaya sebesar Rp. 28.000.000 (dua puluh delapan juta rupiah). Dua lantai di atas tanah yayasan seluas 9  x  9 m.

 

Alhamdulilah kami mendapatkan lagi sumbangan – sumbangan untuk perlengkapan klinik , alat-alat dokter, dan obat-obatan. Klinik tersebut di tangani oleh empat dokter sukarela di bawah pimpinan dokter Taufik Bahrah dan kawan-kawannya tenaga honorer, satu orang suster dan satu orang pembantu. Pengobatan untuk anak-anak sekolah dan orang tuanya gratis, untuk warga sekitar hanya bayar Rp. 5000 rupiah. Termasuk obat. Insa allah rencana kami jika dapat penyumbang-penyumbang tetap / donatur, kami akan tingkatkan kegiatan ini secara gratis 100 persen. Dan mudah-mudahan bisa membeli alat-alat klinik gigi.

 

 

Visi dan Misi Nur Hikmah

 
 
 
 
 

Previous page: Home